asle090880’s Weblog

Juni 17, 2008

AWAL MULA TERBENTUKNYA FPI

Diarsipkan di bawah: berita — asle090880 @ 7:40 am

Rezim Orde Baru rontok, Mei 1998, lahirlah Front Pembela Islam (FPI). Misi utamanya: ikut menjaga Indonesia agar jadi negara tertib, aman, stabil, bersih dari maksiat, kejahatan, dan kemungkaran.

Awalnya, FPI didirikan untuk mengimbangi maraknya gerakan mahasiswa. Sama seperti lahirnya Forum Betawi Rempug (FBR) dan organisasi masa sejenisnya, selain membentuk milisi terlatih dari kalangan sipil bernama PAM Swakarsa.

Tujuan mendirikan FPI dan ormas semacamnya adalah untuk membantu pemerintah menciptakan stabilitas dan keamanan, serta agar mahasiswa tidak lagi dihadapi TNI/Polri dan cukup dihadapi oleh kaum sipil yang terlatih. Sejak itu, muncu laskar-laskar dan milisi sipil bersimbol agama (Islam). (lagi…)

Pemerintah Wajib Bubarkan Ahmadiyah!

Diarsipkan di bawah: berita — asle090880 @ 4:40 am

Tuntutan terhadap pembubaran Ahmadiyah sebagai sebuah gerakan harus direalisasikan segera oleh pemerintah, karena di berbagai daerah Ahmadiyah nyata-nyata tidak mengindahkan Surat Keputusan Bersama yang dikeluarkan oleh pemerintah. “Sudah cukup waktu dan alasan bagi pemerintah untuk membubarkan gerakan Ahmadiyah, mereka telah diberi waktu untuk membuktikan bahwa ajarannya sesuai dengan ajaran Islam namun mereka tidak bisa” demikian diungkapkan oleh anggota Komisi III DPR Ma’mur Hasanuddin saat menerima kunjungan dari Pimpinan Pusat Persatuan Ummat Islam (PP PUI) di ruang kerjanya di gedung DPR senayan hari ini (16/06/2008).

Ma’mur mengatakan bahwa memang Indonesia bukan Negara agama, namun segala bentuk penodaan terhadap agama sama sekali tidak dibenarkan. Ini bukan hanya berlaku bagi agama Islam, tapi juga bagi agama lainnya. Tuntutan ormas-ormas Islam di berbagai daerah akan terus meluas jika pemerintah tidak segera menindak tegas penistaan agama oleh kelompok Ahmadiyah. Menurutnya cara paling sederhana (lagi…)

Kenapa FPI Berbuat Anarkis ?

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — asle090880 @ 3:36 am

Front Pembela Islam(FPI) :
Apa yang kita lihat tentang ‘aksi-aksi anarkis’ Front Pembela Islam (FPI) di media, tidak pernah lepas dari penilaian subjektif dan objektif media itu sendiri. Kalau kesannya aksi-aksi itu anarkis, memang liputanya memang dibuat sedemikian rupa, setidaknya kesan anarkis itu memang diekspose, entah tujuannya untuk memojokkan posisi FPI, atau untuk menggambarkan betapa umat Islam itu anarkis atau memang sekedar kerjaan insan media yang haus sensasi.

Yang terakhir itu dimungkinkan karena karekteristik media, terutama televisi memang butuh liputan dan gambar yang sensasional. Gambar-gambar yang menampilkan proses awal di mana para anggota FPI sedang melakukan negosiasi kepada para pemilik tempat hiburan yang secara hukum memang melanggar peraturan resmi, nyaris tidak menarik untuk ditampilkan. (lagi…)

SISI YANG TERLUPAKAN DARI FPI SAAT TSUNAMI DI ACEH

Diarsipkan di bawah: berita — asle090880 @ 3:15 am

Front Pembela Islam (FPI) selama ini dikenal sebagai perusak tempat-tempat hiburan yang buka saat bulan puasa. Atau penggerebek tempat-tempat judi. Namu, karena tindakannya dianggap berlebihan, serta melampaui kewenangan, yang datang justru kecaman.

Dalam peristiwa bencana tsunami di Aceh, FPI justru membuahkan hasil yang menggembirakan. Relawan FPI-lah yang menemukan mayat, Jurubicara Polda Aceh, Sayed Husaini, padahal selama ini FPI sering berseberangan dengan polisi. Di Aceh, FPI juga tidak terdengar bentrok dengan relawan lain, baiki sipil, militer maupun asing.

Bagaimana relawan FPI hidup di daerah bencana membantu masyarakat Aceh?

Berkaos putih dengan tulisan ‘Duka Aceh, Duka Kita Semua’, setiap pagi ratusan anggota Front Pembela Islam (FPI) keluar dari sarangnya di Taman Makam Pahlawan, kawasan Peuniti, Banda Aceh. “Ana gak bertahun baru di sini. Sudah buta ama tanggal-tanggal,” kata Ustadz Mahsuni Kaloko, Kepala Operasional Relawan FPI yang menginjakkan kaki di Aceh, Kamis (30/12), bersama 3 anggotanya. Kini, total relawan FPI di Aceh mencapai 400 orang.
(lagi…)

Blog pada WordPress.com.