Tujuh saksi yang dijadikan Polisi sebagai dasar pernahanan Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab diperiksa pada tanggal 8 Juni atau setelah penahanan Habib Rizieq pada tanggal 5 Juni, sehingga dianggap tidak sah dan didapat dijadikan dasar untuk melakukan penahanan.
“Bukti-bukti saksi ‘Mahkota’ itu diperiksa tanggal 8 Juni, Habib Rizieq ditahan tanggal 5 Juni, berarti jelaslah bahwa penahanan itu tidak ada dasarnya, sudah selasai mereka menahannya, karena saksi Mahkota baru diperiksa tanggal 8, Habib Rizieq ditahan tanggal 5 Juni bagaimana bisa, jadi gak mungkin. Jadi semakin jelaslah bahwa, semakin jelas dalam persidangan ini, bahwa Habib Rizieq ditahan dan ditahan secara tidak sah, ” ujar Kuasa Hukum Habib Rizieq Shihab, Ary Yusuf Amir dalam persidangan praperadilan dengan agenda pembuktian dari pemohon, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (19/6). (lagi…)
Ketua Front Pembela Islam Umum (FPI) Habib Rizieq Shihab tidak dihadirkan dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (19/6). Namun Habib mengirimkan surat kepada Majelis Hakim, yang berisi penolakan terhadapa jawaban yang disampaikan oleh Tim Kuasa Hukum termohon dalam persidangan sebelumnya.
Tim Pembela Islam (TPM) menduga email yang beredar dikalangan masyarakat berisi skenario insiden Monas 1 Juni lalu benar. Email yang beralamat nong@isai.or.id, di mana pemilik email mengaku bernama Nong Darul Mahmada, salah satu panitia aksi AKKBB.
Hamas mengingatkan rezim Zionis Israel untuk tidak coba-coba melanggar kesepakatan gencatan senjata. Jika Israel melakukan pelanggaran, Hamas mengancam akan melakukan serangan balik terhadap Israel.
Israel diam-diam menggelar latihan perang awal bulan Juni kemarin. Informasi ini diungkapkan oleh sejumlah pejabat militer AS pada surat kabar The New York Times. Mereka mengklaim latihan perang itu dilakukan sebagai persiapan jika sewaktu-waktu harus melakukan serangan ke Iran.
alam terbuka, mulai dari sekedar jalan-jalan, joging, bersepeda sampai senam aerobik tanpa harus khawatir akan menjadi sasaran pandangan mata kaum lelaki.
Pihak berwenang di Pakistan mengakui bahwa mereka telah menahan sekitar 40 pelajar Islam yang tergabung dalam Masjid Laal. Kelompok Masjid Laal itu diketahui sebagai kelompok yang getol menyuarakan penerapan Syariat Islam.
Sikap Samad Khurram patut menjadi contoh siapapun yang menentang segala bentuk penindasan oleh negara lain. Pemuda Pakistan ini menolak beasiswa bergengsi dari AS, sebagai bentuk protes atas serangan pasukan militer AS ke perbatasan Pakistan pekan kemarin.
(13/6), Mantan Da’i Jemaat Ahamdiyah Indonesia (JAI) Ahmad Hariadi mengungkapkan penyimpangan doktrin ajaran sesat itu. “Jemaat Ahmadiyah telah dilarang untuk tidak bermakmum kepada Jemaat yang lain,” tuturnya.