asle090880’s Weblog

Juli 7, 2008

Siapa Munarman Sebenarnya ?????

Diarsipkan di bawah: berita — asle090880 @ 9:59 am

Mungkin ini berita yang basi, tapi mungkin juga baru bagi mereka yang belum tahu siapa munarman………..

emang yang namanya makanan kalau basi tidak enak dimakan, tapi kalau berita basi diangkat lagi bisa jadi berita yang sangat enak lho …

Munarman Dikenal Luas Sebagai Pendekar Hukum Dan Aktivis Pembela Hak-hak Sipil. Ia Juga Dikenal Anti
Militerisme. Karakter Munarman Yang Egaliter Dan Nasionalis Ini Tidak Diragukan Lagi, Begitu Melihat
Sepak Terjangnya Sebagai Aktivis Di Ylbhi Dan Kontras.

Namun Tiba-tiba Semua Orang Terkaget-kaget, Seolah Munarman Berubah Watak Menjadi Keras Dan Bengis. Media Menggambarkan Munarman Seolah-olah Menjelma Menjadi Tokoh Radikal, Menyusul Terjadinya Penyerangan Front Pembela Islam (fpi) Terhadap Aliansi Kebangsaan Untuk Kebebasan Beragama Dan Berkeyakinan (akkbb).
(lagi…)

Gus Dur: Orang Kristen dan Yahudi Bukan Kafir

Diarsipkan di bawah: berita — asle090880 @ 9:43 am

Abu syaima baru bangun dari tidurnya setelah beberapa hari tidak online, e..eh tahu-tahu dapat postingan dari J J I L (Jamaah Jaringan Islam Liberal). Tentang judul di atas, aku minta komentar dari ente-ente semua……………..Pro / kontra terhadap masalah ini ?

Berikut adalah wawancara Kajian Islam Utan Kayu di Radio 68H Jakarta dengan Kiai Haji Abdurrahman Wahid alias Gus Dur sebagaimana dikutip dari Jaringan Islam Liberal [JIL].

Keberagamaan umat Islam saat ini sering dikaitkan dengan radikalisme dan kekerasan. Apa yang salah menurut Gus Dur?

Saya rasa persoalannya adalah ketidakmengertian. Mereka yang melakukan kekerasan itu tidak mengerti bahwa Islam tidaklah terkait dengan kekerasan. Itu yang penting. Ajaran Islam yang sebenar-benarnya — saya tidak memihak paham mana pun, baik Ahlus Sunnah, Syi’ah, atau apapun — adalah tidak menyerang orang lain, tidak melakukan kekerasan, kecuali bila kita diusir dari rumah kita. Ini yang pokok. Kalau seseorang diusir dari rumahnya, berarti dia sudah kehilangan kehormatan dirinya, kehilangan keamanan dirinya, kehilangan keselamatan dirinya. Hanya dengan alasan itu kita boleh melakukan pembelaan.

Bagaimana cara menanggulangi radikalisme itu, Gus?

Ya, kita tidak boleh berhenti menekankan bahwa Islam itu agama damai. Dalam Alquran, ajaran tentang itu sudah penuh. Jadi, kita tidak usah mengulang-ulang (pernyataan) lagi bahwa Islam itu damai dan rasional. Hanya saja, memang ada sisi-sisi lain dari Islam yang kurang rasional. Tapi kalau dipikir-pikir lagi secara mendalam, jangan-jangan itu rasional juga. Jadi dengan begitu, kita tidak boleh serta-merta memberikan judgement, pertimbangan, penilaian. Jangan. Kita harus benar-benar tahu latar belakang mengapa seseorang melakukan kekerasan. Tapi biasanya, yang pura-pura (Islam) itulah yang paling keras. (lagi…)

Blog pada WordPress.com.