asle090880’s Weblog

November 15, 2008

Misteri Tanda Syahid Amrozi Cs Terkuak

Diarsipkan di bawah: berita — asle090880 @ 7:07 am
 syuhadainsyaalloh
Merekapun tetap tersenyum

Tiada kata yang terucap melainkan kalimat takbir, Allahu Akbar, atas kondisi jenasah ketiga syuhada Bali. Betapa tidak, ketiga syuhada tersebut sangat jelas menampakkan tanda-tanda sebagai syahid seperti yang biasa ditemui di kancah peperangan, meski mereka ‘tidak sedang berperang’ melawan musuh Islam.

Setelah beberapa lama menunggu, akhirnya Kantor Berita Islam Muslimdaily.net mendapat ijin dari pihak keluarga, yang diwakili oleh Bp. Ali Fauzi, untuk mempublikasikan photo dua mujahid Bali yakni Amrozi dan Ust. Mukhlas. Bp Ali Fauzi berpesan agar photo ini disebarluaskan untuk memberikan bukti nyata atas misteri dan polemik yang terjadi ke atas Mujahid Bali, terutama Syuhada Tenggulun, terkait status mereka, apakah mati syahid atau tidak. Disamping itu memberikan hikmah nyata kepada seluruh kaum Muslimin bahwa perjuangan Islam yang mereka lakukan benar-benar ikhlas untuk tingginya kalimat Allah, dan bukan sekedar untuk aksi pamer.

Sebagaimana syuhada yang gugur dalam medan jihad, photo kedua syuhada Tenggulun terlihat tersenyum dengan barisan gigi yang terlihat rapi. Apalagi yang terjadi dengan Amrozi. Senyuman khas “The Smiling Bomber” yang seiring dengan kedua mata yang terbuka, terlihat seakan-akan bertemu dengan sesuatu yang membuat kagum. Mungkin sepasang bidadari yang menyambut ramah.

Kondisi tak jauh berbeda terjadi dengan jenasah Ust. Mukhlas. Ulama yang jago berorasi ini memperlihatkan senyuman dengan mata yang juga terbuka. Wajah bersih pun menjadi pertanda yang lain. Wajah bersih yang juga dimiliki oleh sang “Mujahid Hacker,” Imam Samudera alias Abdul Azis. Imam memperlihatkan wajah tampan dan bersih, persis dengan kondisi Ust. Mukhlas.

Disamping analisis photo ketiga Mujahid Bali tersebut, keterangan dari lapangan makin memperkuat bukti bahwa ketiga pelaku aksi jihad tersebut adalah para Mujahidin, mereka telah memiliki niat yang tulus dan menemui kematian sebagai seorang syuhada. Berikut adalah bukti dan persaksian dari lapangan.

  1. Salah satu pelayat yang kebetulan ikut hadir di kediaman Hj. Tariyem adalah Ust. Abdul Rachim Ba’asyir. Menyaksikan bahwa ketika keranda jenasah masuk dan kain penutup keranda dibuka, sontak tercium bau wangi yang menyebar ke seluruh ruangan. Kejadian ini sempat membuat keheranan para pelayat, karena didalam ruangan yang sempit tersebut udara sangat pengap dan pengunjung berjubel dalam satu ruangan. Bila merupakan wangi dari minyak wangi, tak akan mampu mengalahkan bau badan para pengunjung dan tidak akan dapat memberikan aroma dengan kadar wangi yang sama.” Allahu Akbar. Itu bukan bau minyak wangi. Bukan. Tapi bau wangi dari asy syahid,” kata beliau.
  2. Selain itu, masih menurut Ust, Abdul Rachim, ketika kain penutup wajah dari Ust. Mukhlas di buka, terlihat jelas bulir-bulir keringat menempel di bagian muka. Kondisi yang sama yang terjadi dengan mereka yang masih hidup dan dalam kondisi kegerahan. Seakan Ust. Mukhlas merasakan kegerahan yang sama yang dengan kegerahan yang dialami oleh para pelayat beliau.
  3. Sebagaimana dilansir oleh beberapa media nasional, seperti detik.com, nampak jelas terlihat fenomena datangnya tiga burung hitam di atas kediaman syuhada. Ketiga burung ini jelas bukan burung Gagak seperti yang banyak diberitakan di media, karena memiliki leher yang panjang. Mereka datang begitu saja berputar-putar selama kurang lebih tujuh menit, dan kemudian pergi berpencar. Dua burung hitam terbang ke arah Timur, mereka merepresentasikan diterimanya amalan jihad Ust Mukhlas dan Amrozi, dan satu burung hitam terbang ke Barat, sebagai pertanda syahid atas diri ‘Mujahid Hacker’ Imam Samudera. Fenomena datangnya burung hitam ini sempat membuat suasana haru dengan teriakan takbir para pelayat.
  4. Seperti penuturan adik kandung Imam Samudera, Lulu Jamaludin, kakaknya menampakkan keanehan ketika akan dimasukkan dalam liang lahat. Bau wangi juga tercium dari jenasah Imam. Selain itu luka bekas tembakan peluru tajam terus menerus mengalirkan darah segar. Aliran darah ini keluar seperti yang terjadi dengan seseorang yang masih hidup ketika terluka. Masih menurut Lulu juga, wajah kakaknya lebih bersih dan tampan dari biasanya.
  5. Kabar terakhir baru saja diterima oleh salah satu kru muslimdaily.net. Beberapa hari yang lalu, tepatnya tiga hari setelah pemakaman Amrozi dan Ust. Mukhlas, keluarga Hj. Tariyem meminta beberapa orang untuk menjaga makam. Hal ini dilakukan untuk menghindari dan menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. Beberapa diantara mereka yang ikut jaga adalah Sumarno, Baror, Rosyidin, Mashudi dan beberapa santri pondok Al Islam Tenggulun Lamongan. Mereka mengatakan mencium bau wangi keluar dari dalam kubur (makam). Bau wangi yang sama saat mereka pertama kali membuka kain penutup jenasah syuhada. Namun, bau wangi ini bukan seperti bau dari minyak wangi yang biasa mereka pakai atau dipakai oleh orang kebanyakan.

Jelas sudah keterangan yang diberikan Allah s.w.t. lewat kebesaran-Nya. Meski banyak pihak yang membantah, memberikan suara sumbang, dan menggalang opini massa untuk memojokkan status para Mujahid Bali, serta membuat makar melalui kaki tangan aparat pemerintah, namun Allah berkehendak lain. Dan siapakah sebaik-baik pembuat makar ? far/MD/as

& Komentar »

  1. Urusan syahid dan tidak seseorang adalah urusan ghaib yang hanya diketahui Allah swt. Jangan semudah itu mencari-cari pembenaran dan terburu-buru men-judge seseorang adalah mati syahid kecuali sahabat-sahabat rasul yang telah secara lisan diberitakan rasul akan masuk surga. Allahu’alam..

    Komentar oleh katiro — Desember 9, 2008 @ 11:58 am | Balas

  2. hemp.. berita yang aneh,,

    kira-kira apa kaitan nya syahid dengan pembunuhan massal ?

    ada satu yg mereka lupakan sewaktu dikala mereka hidup..
    ilmu sodaqoh.. daripada uang-uang itu dibelikan alat-alat utk membunuh lebih baik disodaqohkan ke para saudara-saudara kita yg masih membutuhkan harta utk hidup ( setidak nya bisa dibelikan alat sholat dan buku-buku agama agar ilmu islam nya bertambah )
    eh, malah dibelikan bahan peledak..huuft

    Senyum yg aneh dan bermakna sejuta pertanyaan. lalu apa hubungan nya burung hitam dengan syuhada ? hey kawan.. ayolah berdewasalah sedikit tentang pewartaan ini.
    ini hidup dan ada didunia nyata, bukan sebuah negri dongeng yang mengharu biru.

    ajarkanlah ilmu islam dengan hati yang lembut dan penuh kemurahan maka manusia-manusia yg belum mengerti islam akan memahami dan mencintai islam, dan jangan membunuh apalagi dgn cara seperti itu..

    dan yang saya bingung..kenapa koq bali yah yg jadi sasaran nya ?
    hemp.. unsur yg sangat politis sekali ?

    Komentar oleh eyi — April 24, 2009 @ 7:29 pm | Balas

  3. ente harus banyak mempelajari ilmu beragama yang benar, dan perlu bergaul dengan orang2 sholeh dan perlu anda ketahui, karomah tidak diberikan kpd orang yang dholim, tentunya bagi orang yang dipilih oleh Allah saja. dan apa yang terjadi pada amrozy cs insyaAlloh merupkan karomah dari Alloh jika mereka merasakanny sendiri /melihatnya. tapi bagaimanapun kalau dalam hatinya ada kedengkian walaupun bukti ada di depan mata, tetap saja ia tidak akan terima.

    Komentar oleh asle090880 — April 27, 2009 @ 2:51 pm | Balas

  4. wow… berarti kalo saya ingin memiliki tanda syahid suatu saat nanti apabila saya meninggal, saya harus membunuh ratusan orang? emangnya itu yang diajarkan agama Islam?

    Agama saya Islam dan saya sangat tersinggung dengan tulisan anda di atas yang menggambarkan bahwa Allah membenarkan tindakan “pembunuhan massal” tersebut.. memangnya Dia menciptakan manusia untuk diperlakukan seperti itu? kita ini hanyalah makhluk ciptaan-Nya, kita ga punya kuasa untuk menentukan si shaleh dan tidak shaleh.. itu semua hnya Allah yang bisa nentuin…

    inti ajaran Islam adalah KASIH SAYANG bagaimana kita saling menyayangi satu sama lain karena kita adalah khalifah di bumi…. apakah membunuh ratusan orang termasuk cerminan rasa kasih sayang? jadi mati syahidnya itu ada dimana? buktiin dong… sebutin ayat mana yang menyatakan membunuh ratusan orang dan main hakim sendiri itu termasuk agama Islam dan siapapun yang melaksanakannya mendapat pahala or even worse mati syahid?

    udahlahh… ga usah bawa budaya keras orang2 arab ke indonesia.. indonesia terkenal dengan gotong royongnya, bukan sifat biadabnya…. itulah kenapa agama Islam diturunkan di Islam supaya orang Arab ga biadab lagi… sekarang setelah kita menganut agama Islam yang penuh kasih sayang kenapa kita jadi kayak orang Arab sebelum mengenal agama Islam, biadab?

    Komentar oleh anisa lahay — Juni 2, 2009 @ 6:46 am | Balas


RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Blog pada WordPress.com.