Ansharut Tauhid Berikan Pernyataan Sikap Terkait Penangkapan Abu Bakar Ba’asyir

SOLO - Sekitar pukul 13:15 WIB, bertempat di kantor Jamaah Ansharut Tauhid diadakan jumpa pers dengan para wartawan terkait penangkapan amir JAT Ustad Abu Bakar Ba’asyir.

Melalui keterangan resmi Ansharut Tauhid yang disampaikan Katib ustad Abdurrahman dijelaskan bahwa penangkapan ustad Abu Bakar Ba’asyir dilakukan antara pukul 08:00-08:30 WIB.

Saat itu ustad Abu sedang bersama keluarga menghadiri undangan Tabligh di Bandung, Banjar dan Tasikmalaya. Turut dalam rombongan tersebut adalah istri Ustad Abu yakni Aisyah Baraja, istri ustad Wahyudin (Direktur PP Al Mukmin), sopir dan seorang pendamping ustad Abu.

Dalam pernyataanya JAT jelas sangat menyesalkan penangkapan tersebut karena:

1. Ustad Abu Bakar bukan DPO dalam kasus apapun.

2. Penangkapan ustad dilakukan pada detik-detik menjelang Ramadhan dan pasti akan mengganggu kegiatan dakwah Islam selama Ramadhan.

3. Cara-cara penangkapan seorang ulama sepuh seperti ustad Abu dan dilakukan di jalanan tanpa kejelasan kesalahan adalah merupakan cara-cara biadab dan kasar mirip penyergapan tentara Israel terhadap kapal Turki.

4. Dalam rombongan terdapat wanita-wanita yang sudah tua dan lelah akibat perjalanan darat yang jauh.

5. Ada kesan sangat kuat bahwa penangkapan ini adalah prestasi (credit point) yang dipaksakan menjelang lengsernya Bambang Hendarso Danuri.

6. Dugaan kami ini tidak lepas dari upaya pengalihan berbagai isu terhadap kasus yang menimpa Polri sendiri.

Dengan itu maka Ansharut Tauhid meminta pihak kepolisian agar semua yang ditangkap yakni ustad Abu Bakar Ba’asyir termasuk para wanita, sopir dan pendamping beliau dibebaskan segera tanpa syarat. Dan hingga sekarang Jamaah Ansharut Tauhid tidak mendapatkan laporan penangkapan amir mereka. [muslimdaily.net]

Tangkap Ba’asyir, Polisi Pecah Kaca Mobil

Tak beda jauh dengan penangkapan Ba’asyir pada tahun 2003 saat tengah terbaring sakit di rumah sakit (RS) PKU Muhammadiyah Solo, penangkapan terhadap Ba’asyir kali ini pun dilakukan dengan upaya kekerasan dan pemecahan kaca.

Sumber JAT menyebutkan bahwa mobil ustadz Abu dipecahkan kacanya oleh aparat Densus 88. Menurut sumber, kemungkinan kaca mobil itu dipecahkan karena Ba’asyir enggan menyerahkan diri begitu saja.

Tahun 2003, Ba’asyir diseret paksa dari bangsal rumah sakit PKU Muhammadiyah Solo. Aparat Polisi ketika itu memecahkan kaca-kaca pintu masuk ruang bangsal Ba’asyir.

Pemecahan pintu kaca tahun 2003 saat upaya penangkapan ustadz Abu di RS PKU Solo ketika itu, memakan korban para santri yang bertahan di dalam ruangan bangsal. Namun pemecahan kaca mobil yang ditumpangi ustadz Abu dan rombongan kali ini belum dapat dikonfirmasi ada korban atau tidak.

Sebagaimana sebelumnya telah diberitakan, bahwa dalam penangkapan Ustadz Abu, ikut pula ditahan seluruh penumpang rombongan dalam mobil meliputi Aisyah Baraja (istri ustadz Ba’asyir), Muslihah (istri Ustadz Wahyuddin-Direktur Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki), Widodo (pengawal ustadz Ba’asyir), dan Sartono (sopir mobil rombongan). (muslimdaily)

Ustadz Abu Kembali Ditangkap Polri

Ustadz Abu Bakar Ba’asyir (ABB) kembali ditangkap Polri pagi tadi (09/08/10). Muslimdaily menerima kabar kepastian penangkapan ini dari informasi orang dalam Jamaah Ansharut Tauhid yang tengah rapat di Markaz Pusat Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) pagi ini pukul 09.30 WIB, via ponsel.

Sementara itu, Mabes Polri juga membenarkan kabar penangkapan Amir Jama’ah Anshorut Tauhid (JAT) ustadz Abu Bakar Ba’asyir (ABB). Seperti diduga, ABB ditangkap terkait kasus “terorisme”.

“Benar, Ba’asyir ditangkap,” kata Kabidpenum Mabes Polri Kombes Marwoto Soeto saat sebagaimana dikutip dari detikcom, Senin (9/8/2010).

Menurut Marwoto, Ba’asyir ditangkap terkait kasus terorisme. Namun, dalam kasus terorisme yang mana dan sejauh mana keterlibatan pengasuh Ponpes Ngruki itu, masih belum jelas.

Menurut informasi sumber JAT yang enggan disebutkan namanya kepada redaksi Muslimdaily, mengatakan bahwa ustadz Ba’asyir ditangkap polisi di Banjar Patroman, Ciamis, Jawa Barat.

Amir JAT tersebut ditangkap saat berada dalam perjalanan seusai mengisi pengajian di Tasikmalaya. Beberapa hari sebelumnya, memang sudah beredar isu beberapa kali bahwa Ba’asyir akan ditangkap polisi terkait terorisme. Penangkapan ini dikaitkan dengan penangkapan di Bandung tempo hari. Baca tulisan ini lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.