Ulama yang Ditakuti Penguasa
Juni 4, 2010 Tinggalkan Komentar
Syeikh Izzudin dikenal sebagai ulama yang berwibawa di hadapan penguasa dan dicintai oleh rakyatnya. Adakah ulama seperti ini sekarang?
DALAM situasi yang demikian khidmat, Syeikh Izzuddin memanggil Sang Sultan dengan suara tinggi,”Wahai Ayub! Apa jawabanmu kelak ketika Allah mengatakan kepadamu,’Bukankah kau telah Kuberi kekuasaan di Mesir, akan tetapi kau lantas menghalalkan khamr?’”
Sultan menjawab,”apa yang terjadi?”
”Iya, kedai fulan telah menjualnya dan menjual barang-barang haram yang lainnya, sedangkan kau lalai karena kenikmatan kekuasaan.” Jawab Izzuddin, dan pasukan yang mengelilingi sultan pun ikut terdiam tidak berkutik.
”Itu sudah ada sejak zaman ayah kami.” Sultan membalas.
”Engkau termasuk mereka yang berkata, “Sesungguhnya kami mendapati ayah-ayah kami mengikuti suatu ajaran.’” Jawab ulama yang bergelar Syaikh Al Islam ini.
Akhirnya, Sultan Shalih Najmuddin Ayub mengeluarkan perintah untuk menutup kedai tersebut.
Kabar ini tersiar di seluruh penjuru Mesir, hingga murid beliau Syaikh Abu Abdullah Muhammad An Nu’man mendengarnya, hingga ia bertanya, bagaimana gurunya itu berani melakukannya, tanpa ada rasa takut.
”Wahai anakku, aku melihat darinya ada perasaan bahwa dirinya terhormat, maka harus aku merendahkannya, agar kesombongannya tidak mencelakai dirinya sendiri” Dan Izzuddin juga menyampaikan bahwa Allah telah memberikan kepadanya kewibawaan, hingga para penguasa tidak berdaya di hadapannya.
Peristiwa selain itu, yang juga disebutkan dalam Thabaqat As Syafi’iyah (8/211-217), terulang kembali, setelah bangsa Tatar memporak-porandakan Baghdad, mereka hendak memasuki Syam yang berjarak tidak terlalu jauh dari Mesir. Saat itu, pasukan Mesir ketakutan, hingga kerajaan meminta saran dari Izzuddin. Baca tulisan ini lebih lanjut
ngotot minta dianggap Muslim, maka mereka harus membuang Mirza Ghulam Ahmad dan Kitab Tadzkirahnya. Ini harga mati.
komentar anda