BOIKOT ISRAEL DAN SEKUTUNYA
Juni 4, 2010 Tinggalkan Komentar
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, puji syukur kehadirat Allah swt yang telah melimpahkan segala rahmat dan karunia Nya kepada kita semua, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad saw , keluarga dan shahabat beliau serta orang-orang yang selalu istiqomah di jalanNya.
Beberapa hari ini kita disuguhkan dengan berita-berita tentang aksi menentang tindakan biadab Israel yang telah menangkap dan membunuh para aktivis relawan kemanusiaan yang akan mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina, diantara aksi-aksi tersebut adalah demo besar besaran di banyak negara terutam a di kota-kota besar di Indonesia, banyak diantara mereka ada yang menyerukan slogan-slogan anti Israel dan Boikot prduk-produk Yahudi Israel.
Sebagai seorang muslim, kita harus mengutuk segala kedhaliman yang dilakukan oleh bangsa Israel yahudi terhadap saudara-saudara kita di Palestina, disamping itu kita juga ikut mendukung aksi boikot produk-produk dari negara israel, karena dengan itu bangsa Israel akan menjadi lemah. Namun, sebenarnya masih ada juga satu produk yang sebenarnya bukan produk yahudi , akan tetapi produk ini dibangga-banggakan dan sebagai senjata ampuh mereka bangsa Israel dan Amerika yang menjadi bapak tiri dari bangsa israel yahudi untuk melakukan kedhaliman, apa itu! Tidak lain dan tidak bukan adalah “DEMOKRASI”. Walaupun sebagian orang berpendapat dan meyakini bahwa demokrasi itu berasal dari sistem pemerintahan Athena yang dilaksanakan kira-kira sekitar tahun 500an sebelum Masehi. Namun, negara Amerika dan Yahudilah yang selalu semangat dalam mengumandangkan azas Demokrasi diterapkan di seluruh negara di dunia.
Perlu kita ketahui juga, bahwa Demokrasi tidak hanya sebagai azas tetapi juga sebagai ajaran (dien), karena demokrasi menyamakan kedudukan Allah swt selaku Sang Khalik sama dengan manusia (di dalam demorasi kedudukan tertinggi ada di tangan rakyat). Dalam bab Aqidah, siapapun yang menyamakan Allah swt selaku Sang Khalik dengan makhluk lain maka hal tersebut berarti telah membuat tandingan bagi Allah swt atau membuat sekutu, dan hal tersebut merupakan dosa besar yang bisa menjerumuskan seseorang ke dalam api Neraka dan kekal selamanya. Hal ini sesuai dengan firman Allah swt :
“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni dosa selain dari (syirik ) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa besar.” (Surat Annisa : 48)

maupun krisis kepercayaan dan juga krisis dari rasa malu.Mungkin kita pernah mempunyai ide atau gagasan pemikiran untuk bisa melepaskan diri maupun bangsa kita dari badai krisis ini, sehingga kita tidak hidup dalam kekurangan dan keterpurukan , apalagi bangsa kita saat ini, juga sering tertimpa bala’ atau bencana yang datangnya secara bertubi-tubi dengan tanpa hentinya, mulai dari bencana Tsunami di Aceh, banjir lumpur di Situbondo, gempa bumi yang ada di Yogyakarta, Klaten dan sekitarnya serta bencana banjir yang ada dibeberapa wilayah di Indonesia, sehingga semakin menambah penderitaan bangsa kita.
komentar anda