Kenapa Bencana selalu datang pada negeri kita

Di saat ini bangsa kita sedang dilanda oleh berbagai macam krisis, baik krisis ekonomi, krisis panganabu syaima maupun krisis kepercayaan dan juga krisis dari rasa malu.Mungkin kita pernah mempunyai ide atau gagasan pemikiran untuk bisa melepaskan diri maupun bangsa kita dari badai krisis ini, sehingga kita tidak hidup dalam kekurangan dan keterpurukan , apalagi bangsa kita saat ini, juga sering tertimpa bala’ atau bencana yang datangnya secara bertubi-tubi dengan tanpa hentinya, mulai dari bencana Tsunami di Aceh, banjir lumpur di Situbondo, gempa bumi yang ada di Yogyakarta, Klaten dan sekitarnya serta bencana banjir yang ada dibeberapa wilayah di Indonesia, sehingga semakin menambah penderitaan bangsa kita.

Mungkinkah ini suatu adzab dari Sang Pencipta, karena dosa-dosa yang telah banyak dilakukan anak bangsa kita, mulai pejabat tinggi Negara sampai rakyat jelata. Berbicara soal dosa, bahwa dosa bisa dilakukan oleh siapa saja, baik mereka yang kaya maupun mereka yang miskin bisa juga berbuat dosa, mereka yang pejabat tinggi Negara atau mereka yang rakyat jelata juga bisa berbuat dosa, jadi kesimpulannya semua orang bisa berbuat dosa, namun apakah setiap dosa itu akan mendapatkan balasan ketika di dunia atau di akherat saja atau kedua duanya, Wallahu ‘alam hanya Allah saja yang Maha Tahu.

Tapi setidaknya kita yang mungkin sebagai seorang muslim yang pernah belajar ilmu agama, paling tidak kita akan tahu melalui beberapa kisah-kisah Nabi-Nabi di jaman dahulu, bagaimana kondisi dari umamat-ummat mereka ketika berbuat dholim atau berbuat dosa, kemudian ketika diingatkan kepada jalan yang benar mereka malah semakin berbuat durhaka atau menentang nasehat Nabi-nabi mereka, sehingga Allah swt menghukum mereka tidak hanya ketika di akherat nanti tapi juga ketika mereka masih hidup di dunia mereka juga langsung mendapatkan adzab dari Allah swt, sebagai contoh ummatnya Nabi Luth as, ketika telah berbuat dholim dengan melakukan perbuatan yang menjijikkan yaitu homoseksual yang kemudian diingatkan oleh Nabi Luth as untuk meninggalkan perbuatan tercela tersebut, namun ummatnya Nabi Luth as menolak nasehatnya bahkan mereka berani mengusir Nabi luth as beserta para pengikutnya , sehingga Allah murka dan mengadzab ummat Nabi Luth as ketika di dunia dengan adzab berupa hujan batu dan kemudian bumi tempat mereka berpijak dibalikkan oleh Allah swt. Kemudian kisahnya Nabi Nuh as, yang mana ketika ummatnya di seru untuk beribadah kepada Allah swt tapi mereka ingkar dan durhaka kepada Nabi Nuh as , sehingga Allah swt mengadzab ummat Nabi Nuh as ketika di dunia berupa Hujan yang turun secara terus menerus sehingga mengakibatkan banjir, sampai orang yang naik gunung juga tidak bisa menyelamatkan dirinya.

Dari contoh di atas mungkin dalam diri kita ada pertanyaan berkenaan dengan contoh kisah di atas dengan keadaan bangsa kita saat ini, mungkinkah semua bencana yang melanda di negeri kita disebabkan karena Allah murka kepada kita bangsa Indonesia, yang mungkin telah banyak melakukan perbuatan dosa dan kedholiman kepada Sang Pencipta, diantara dosa-dosa yang sering dilakukan oleh anak bangsa kita yaitu :

1. Menyekutukan Allah swt, padahal perlu kita ketahui perbuatan menyekutukan Allah swt adalah sebesar-besar perbuatan dosa kepada Allah swt dan pelakunya tidak akan mendapatkan ampunan dari Nya dan juga pelakunya akan mendapatkan balasan di akherat yaitu kekal di dalam Neraka.

2. Berhukum dengan hukum selain dari Allah swt, seorang yang telah mengakui Allah swt sebagai Rabbnya namun belum mau berhukum dengan hukum dari Allah swt, maka ia belum berpredikat mukmin dan belum sempurna keimanannya

3. Banyaknya orang yang melakukan kemaksiatan secara terang terangan dan dengan merasa bangga mempertontonkan kemaksiatannya kepada orang banyak, misalnya meminum minuman khomer, berjudi, berzina dan lain sebagainya. Dan bahkan perbuatan semacam ini di negeri kita malah di bakingi oleh aparat keamanan yang seharusnya mereka menertibkan mereka yang berbuat maksiat agar kemaksiatan semakin berkurang

4. Saat ini banyak dikalangan pemimpin di negeri kita yang sudah tidak amanat lagi terhadap apa-apa yang diamanatkan oleh mereka, para pemimpin kita saat ini banyak beranggapan kalau mereka adalah penguasa yang berhak melakukan apa saja tanpa ada yang melarang, sehingga mereka tidak banyak memperhatikan rakyat mereka tapi mereka sibuk untuk memikirkan urusan perut mereka sendiri, ketika rakyatnya banyak yang menderita karena kemiskinan atau kelaparan maka pemimpin kita banyak yang diam saja seolah tidak tahu dengan kondisi rakyat mereka.

5. Hari ini perzinaan di negeri kita sudah menjadi biasa, bahkan para orangtua sekarang memberi restu atau ijin kepada anaknya untuk melakukan perzinaan, karena orangtua sekarang takut kalau anaknya nanti tidak mempunyai pasangan,

6. Banyaknya kasus saat ini tentang pembunuhan anak yang baru dilahirkan yang tidak memandang anak laki-laki atau perempuan, jadi jaman sekarang melebihi jaman jahiliyah dahulu, karena di jaman jahiliyah hanya anak perempuan saja yang di bunuh ketika dilahirkan dari perut sang ibu

7. Banyak di kalangan masyarakat kita sudah melalaikan kewajibannya sebagai seorang hamba, yaitu beribadah sujud kepada Allah swt. Dan masih banyak dosa-dosa lain yang sering dikerjakan oleh anak bangsa si negeri kita ini yaitu indonesia.

Jadi setelah kita tahu akan banyaknya dosa-dosa yang dilakukan oleh bangsa kita terhadap Allah swt, maka mungkin kita dapat menyimpulkan bahwa mungkin selama ini bencana yang menimpa di negeri kita di sebabkan oleh murkanya Allah swt kepada kita yang telah melakukan banyak dosa dan kemaksiatan, dan mungkin ini juga sebagai bentuk peringatan dari Allah swt supaya kita mau sadar dan taubat serta mau memperbaiki amaliyah perbuatan kita dengan amalan yang lebih baik yang lebih dicintai oleh Allah swt.

Lalu dengan apa kita untuk menyadarkan bangsa kita yang telah banyak melakukan kemaksiatan dan perbuatan dosa ?

Jawabannya mungkin, bisa dimulai dari diri kita dulu kemudian masyarakat disekitar kita.

Kalau dari diri kita, bisa dimulai dari diri kita masing-masing, mungkin dengan aktif beribadah kepada Allah swt mengikuti majelis ta’lim atau kajian, aktif dalam melaksanakan sholat secara berjama’ah, kemudian aktif dalam melakukan hubungan silaturahmi.

Kemudian kalau untuk merubah masyarakat yang ada disekitar kita mungkin bisa melalui Pengurus Masjid di masing-masing wilayah, karena peran dan tugas dari takmir masjid tidak hanya mengelola keuangan yang masuk dari infak kemudian setelah terkumpul kemudian digunakan untuk membangun masjid supaya kelihatan megah sehingga banyak orang yang merasa senang ketika meihat masjidnya terlihat bagus, intinya bukan itu tugas dari takmir masjid. Kalau kita mungkin mau menengok ke sejarah pengelolaan masjid di jaman Rosulullah saw atau para shahabat yang mana masjid sebagai sarana untuk berkumpulnya kaum musimin untuk beribadah kepada Allah swt dan juga tempat untuk menuntut ilmu serta masjid sebagai tempat untuk bermusyawarah memikirkan kondisi masyarakat di sekitarnya atau pada intinya untuk berdakwah bagaimana memikirkan masyarakat yang belum ke masjid supaya bisa datang ke masjid, masyarakat yang belum sholat supaya mau melaksanakan sholat , masyarakat yang masih dalam kekurangan bagaimana supaya bisa tercukupi. dsb.

Jadi, masjid merupakan suatu tempat yang bisa digunakan untuk memecahkan segala permasalahan yang ada dalam masyarakat, seperti contoh kemiskinan, pengangguran, kebodohan dan kenakalan remaja. Namun hal ini tidaklah mudah karena perlu adanya kekompakan dari masing-masing pengurus masjid dan juga diantara mereka mempunyai pemahaman yang sama dalam pengelolaan masjid yang benar. Kemudian daripada itu mereka harus siap dalam menjalankan amanat yang telah diberikan kepada mereka.

Sebagai contoh : suatu masjid akan menjadi maju serta berkembang dalam setip kegiatannya jika masjid tersebut mempunyai tujuan serta visi dan misi yang jelas, dan Ketika suatu masjid ingin melaksanakan misinya dalam berdakwah, maka pengurus masjid harus mengawalinya dengan jalan mencari simpatik di hati masyarakatnya dahulu, sebagai contoh dana infak yang terkumpul digunakan untuk menyantuni orang-orang miskin atau anak yatim yang ada di sekitar masyarakat, atau juga bisa digunakan untuk mengembangkan potensi SDM masyarakat, baru setelah masjid sudah mempunyai opini yang baik di hati masyarakat, pengurus masjid bisa memulai dakwahnya, atau masing-masing pegurus masjid dan pendakwah sudah mempunyai simpatik di hati masyarakat, insyaAllah dengan metode seperi itu, peran masjid dan juga dakwah akan menjadi lebih efektif.

Perlu kita ketahui pula bahwa buruknya seseorang atau masyarakat bukan karena mereka tidak mau berbuat yang baik, tetapi kadang mereka itu tidak tahu kalau apa yang mereka lakukan adalah suatu perbuatan yang buruk, atau mungkin mereka sudah tahu cuman karena masalah ekonomi sehingga mereka berbuat perbuatan yang tercela, jadi sudah sepantasnya tugas takmir masjid untuk mendakwahkan kepada mereka tentang ilmu din sehingga mereka bisa meninggalkan perbuatan yang buruk. Sudah sepantasnya jika takmir masjid dan seluruh jamaahnya bahu membahu untuk ikut memikirkan masalah yang seperti ini yaitu masalah meningkatkan mutu SDM masyarakat dan juga dari segi ekonominya, InsyaAllah dengan cara seperti itu kedepannya jamaah masjid akan bertambah banyak. Berbeda dengan manajemen Takmir Masjid saat ini yang belum mempunyai visi dan misi yang jelas, sehingga terkesan asal jalan, “( yang penting ada jamaah, masalah sedikit banyak tidak masalah )”. “Inilah semboyang pengurus masjid saat ini yang kurang mempunyai visi dan misi yang jelas”.

Untuk itu kami selaku penulis mengajak kepada setiap elemen masyarakat yang mengelola masjid, supaya dapat mengelola atau memanajemeni masjidya dengan lebih baik dan mempunyai konsep dan tujuan serta visi dan misi yang jelas, seperti yang di contohkan ioleh Rasulullah saw, sehingga dakwah yang dijalankan lebih terarah dan tersampaikan secara jelas.

(di tulis oleh Abu Syaima)

Perihal asle090880
saya adalah seorang yang mempunyai keinginan untuk maju

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: