BOIKOT ISRAEL DAN SEKUTUNYA

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, puji syukur kehadirat Allah swt  yang telah melimpahkan segala rahmat dan karunia Nya kepada kita semua, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad saw , keluarga dan shahabat beliau serta orang-orang yang selalu istiqomah di jalanNya.

Beberapa hari ini kita disuguhkan dengan berita-berita tentang aksi menentang tindakan biadab Israel yang telah menangkap dan membunuh para aktivis relawan kemanusiaan yang akan mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina, diantara aksi-aksi tersebut adalah demo besar besaran di banyak negara  terutam a di kota-kota besar di Indonesia, banyak diantara mereka ada yang menyerukan slogan-slogan anti Israel dan Boikot prduk-produk Yahudi Israel.

Sebagai seorang muslim, kita harus mengutuk segala kedhaliman yang dilakukan oleh bangsa Israel yahudi terhadap saudara-saudara kita di Palestina, disamping itu kita juga ikut mendukung aksi boikot produk-produk dari negara israel, karena dengan itu bangsa Israel akan menjadi lemah. Namun, sebenarnya masih ada juga satu produk yang sebenarnya bukan produk yahudi , akan tetapi  produk ini dibangga-banggakan dan sebagai senjata ampuh mereka bangsa Israel dan Amerika yang menjadi bapak tiri dari bangsa israel yahudi untuk melakukan kedhaliman, apa itu!  Tidak lain dan tidak bukan adalah “DEMOKRASI”. Walaupun sebagian orang berpendapat dan meyakini bahwa demokrasi itu berasal dari sistem pemerintahan Athena yang dilaksanakan kira-kira sekitar tahun 500an sebelum Masehi. Namun, negara Amerika dan Yahudilah yang selalu semangat dalam mengumandangkan azas Demokrasi diterapkan di seluruh negara di dunia.

Perlu kita ketahui juga, bahwa Demokrasi tidak hanya sebagai azas tetapi juga sebagai ajaran (dien), karena demokrasi menyamakan kedudukan Allah swt selaku Sang Khalik sama dengan manusia (di dalam demorasi kedudukan tertinggi ada di tangan rakyat). Dalam bab Aqidah, siapapun yang menyamakan Allah swt selaku Sang Khalik dengan makhluk lain maka hal tersebut berarti telah membuat tandingan bagi Allah swt atau membuat sekutu, dan hal tersebut merupakan dosa besar yang bisa menjerumuskan seseorang ke dalam api Neraka dan kekal selamanya. Hal ini sesuai dengan firman Allah swt :

Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni dosa selain dari (syirik ) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa besar.” (Surat Annisa : 48)

Demokrasi adalah Syirik

Ini sudah tidak diragukan lagi kalau demokrasi adalah sebuah kesyirikan kepada Allah swt , karena demokrasi meletakkan kedaulatan tertinggi ada di tangan rakyat, dan hak membuat hukum juga diserahkan kepada wakil rakyat. Padahal dalam Islam sudah jelas bahwa, yang mempunyai kedaulatan penuh terhadap seluruh makhluk di dunia ini hanya Allah swt, karena Allahlah yang menciptakan seluruh makhluk di muka bumi ini, maka Allah lah yang berhak untuk mengatur dan membuat hukum bagi makhluk-Nya.

Jadi sebagai seorang muslim kita harus ” BOIKOT DEMOKRASI” disamping untuk menghindari dosa syirik, kita juga telah mendukung tegaknya Syariat Islam dan dengan kita memboikot demokrasi berarti kita telah meruntuhkan tirani kedhaliman dan menghilangkan kesyirikan yang selama ini kita lakukan baik dengan sadar maupun tanpa sadar yang salah satunya karena kebodohan kita.

Dan perlu kita ketahui pula, bahwa paham demokrasi inilah yang menjadikan kita sebagai bangsa pengecut, dan dengan demokrasi  ummat Islam selalu di dhalimi dan tidak bisa melawan. Sebagai contoh ketika ribuan rakyat Palestina dibantai oleh bangsa Israel, kita sebagai saudara seiman dan seaqidah tidak bisa berbuat banyak, paling hanya bisa berdemo untuk menghujat , mencaci , mengutuk dan negara-negara lain paling juga hanya bisa mengutuk saja tidak bisa berbuat banyak.  Ketika ribuan rakyat Irak , afghanistan dan juga negara muslim lainnya dijajah oleh Amerika dan sekutunya, kita juga hanya bisa menonton, negara-negara lainpun tidak bisa memberikan bantuan untuk melakukan perlawanan.

Jadi solusi tepat untuk melawan tirani kedhaliman Israel yahudi dan Amerika serta sekutunya adalah dengan “MEMBOIKOT DEMOKRASI”, karena selama sistem negara ini masih menggunakan sistem demokrasi , maka kedhaliman orang-orang kafir akan terus berlangsung dan kita tidak akan bisa berbuat banyak. Melawan orang-orang kafir tidak bisa dengan jalan dialog, akan tetapi melawan orang-orang kafir adalah dengan jihad dan jihad tidak akan bisa terlaksana dengan baik selama syariat Islam belum bisa tegak.

Di akhir tulisan ini kami mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan, dan jika ada salah tulisan  dan bertentangan dengan syariat mohon koreksinya. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat dan bisa menjadi inspirasi bagi penegakan Syariat Islam.

“Air jernih ketika dimasuki air kotor, maka air jernih itu akan menjadi kotor  dan Syariat Islam tidak akan bisa terlaksana  jika masih dicampuri sistem demokrasi.”

Perihal asle090880
saya adalah seorang yang mempunyai keinginan untuk maju

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: